Fakta Unik Piala Dunia 2018: Marak Gol Bunuh Diri

Telah lahir lima gol bunuh diri dalam 17 partai pertama di Rusia, hanya berjarak satu dari rekor terbanyak yang tercipta di Piala Dunia 1998. Tidak hanya dihujani penalti, awal turnamen Piala Dunia 2018 di Rusia juga melahirkan banyak gol bunuh diri. Ketidakberuntungan kapten Mesir Ahmed Fathy menceploskan bola ke gawang sendiri dalam laga matchday kedua Grup A melawan tim tuan rumah, Selasa (19/6) malam, menandai gol bunuh diri kelima di kompetisi ini. Padahal, turnamen baru mengetengahkan 17 pertandingan dari total 64. Terbuka lebar peluang bakal pecah rekor baru menyangkut jumlah pemain yang menggetarkan jala sendiri pada kejuaraan kali ini.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b32058076624″,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Lima gol bunuh diri di Rusia hanya terpaut sebiji dari rekor terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yaitu di Prancis 1998. Pesakitan pertama yang memulai “tren” own goal di kejuaraan kali ini adalah Aziz Bouhaddouz dari Maroko. Penggawa klub Bundesliga 2 St. Pauli ini secara dramatis menentukan kekalahan negaranya 1-0 kontra Iran dengan gol bunuh diri di menit kelima injury time! Setelahnya, sosok bernama depan sama tapi beda tim, yaitu bek Australia Aziz Behich, mengikuti catatan negatif Bouhaddouz dalam kekalahan Socceroos 2-1 dari Prancis. Sempat tercatat atas nama Paul Pogba, FIFA akhirnya memutuskan gol penentu laga pertama Grup C di Kazan tersebut merupakan bunuh diri Behich. Oghenekaro Etebo, gelandang Nigeria, menjadi pemain berikut yang berperan langsung dalam kekalahan timnya. Pesepakbola yang baru resmi bergabung dengan Stoke City di Inggris ini mencetak gol pembuka Kroasia saat tak sengaja menaklukkan kiper Francis Uzoho pada pertengahan babak pertama. Nigeria pada akhirnya harus menyerah 2-0 di Kaliningrad. Pada Selasa kemarin, tercipta dua own goal lagi untuk menyemarakkan turnamen. Thiago Cionek selaku palang pintu Polandia bertanggung jawab atas kekalahan tim 2-1 kala menghadapi Segenal, sebelum Ahmed Fathy melakukan hal yang sama ketika Mesir ditundukkan Rusia 3-1. Kontras dari sang tuan rumah yang secara virtual telah mengonfirmasi tempat di babak 16 besar, kekalahan kedua dalam dua laga mengharuskan Laskar Firaun berkemas-kemas dini meninggalkan Rusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *