RESMI: Bernd Leno Merapat Ke Arsenal

Leverkusen telah mengumumkan kepergian kiper andalannya, Bernd Leno, ke Arsenal. Bayer Leverkusen telah mengumumkan kepindahan Bernd Leno ke Arsenal. Kiper Jerman itu diduga pindah dengan mahar sekitar 25 juta euro. Isu transfer Leno ke Liga Primer Inggris memang gencar dalam beberapa pekan terakhir. Liverpool dan Arsenal diklaim tertarik padanya, tetapi The Gunners-lah yang mendapatkannya. The Reds sebenarnya juga tengah mencari kiper, namun surat kabar Inggris mengklaim Jurgen Klopp memprioritaskan transfer Jan Oblak atau Alisson.

Cetak Gol, Yuya Osako Wujudkan Impian

Bomber timnas Jepang itu sukses torehkan gol perdananya di Piala Dunia yang terjadi pada edisi 2018, dalam kemenangan 2-1 atas Kolombia. Jepang secara mengejutkan sukses membuka Piala Dunia 2018 dengan kemenangan. Selasa (19/6) malam WIB, mereka berhasil mengatasi tekanan untuk kemudian menekuk tim kuat Kolombia lewat skor tipis 2-1, pada matchday pertama Grup H. Sang penyerang utama, Yuya Osako, lantas jadi bahan perbincangan panas khalayak sepakbola Asia berkat performa briliannya. Dia tampil all out, menentukan kemenangan Jepang, lewat gol tandukannya di menit ke-73. Beberapa menit setelah mencetak gol, Osako juga melakukan blok penting atas peluang yang diperoleh James Rodriguez. Penyelamatan itu terbukti mampu mengamankan keunggulan Samurai Biru hingga pertandingan selesai. Pemain berusia 28 tahun itu pun mengaku sangat bahagia karena mampu wujudkan mimpi masa kecilnya, untuk mencetak gol di Piala Dunia. Dia juga mengungkap pendekatan yang dilakukan sang pelatih, Akira Nishino, jelang pertandingan.

Jack Wilshere Umumkan Hengkang Dari Arsenal

Wilshere memilih pergi karena sadar tidak akan memiliki banyak menit bermain bersama manajer anyar. Jack Wilshere mengumumkan akan meninggalkan Arsenal setelah 17 tahun membela klub, meski sebelum ini sempat menyepakati kontrak baru dengan gaji yang dikurangi. Masa depan gelandang berusia 26 tahun itu terus masuk dalam spekulasi pada musim 2017/18 kemarin, sekalipun mantan manajer Arsene Wenger punya keyakinan bahwa pemainnya itu akan bertahan. Meski begitu, Wilshere pada akhirnya memutuskan hengkang lantaran manajer baru Unai Emery tidak akan memberinya banyak menit bermain seperti yang dia inginkan.“Saya mengonfirmasi bahwa saya akan meninggalkan Arsenal ketika kontrak saya habis pada akhir Juni ini,” tulis Wilshere lewat unggahannya di Instagram. “Menyusul sejumlah negosiasi dengan pihak klub, dan terutama pertemuan terakhir dengan manajer baru Unai Emery, saya merasa bahwa saya hanya punya sedikit pilihan namun keputusan ini diambil murni karena alasan sepakbola. “Seperti yang diberitakan sebelumnya, saya, bersama perwakilan saya telah mengadakan negosiasi dengan pihak klub selama beberapa bulan mengenai perpanjangan kontrak agar saya bisa bertahan di Emirates. “Tekad saya selama diskusi tersebut adalah ingin terus bertahan sebagai pemain Arsenal. Saya sudah berada di Arsenal selama 17 tahun dan selalu merasa menjadi bagian dari produk klub. Sejalan dengan keinginan saya untuk bertahan, faktanya adalah saya ini sempat menyepakati kontrak baru yang nilainya dipotong guna terus berkomitmen dengan klub. “Tetapi menyusul pertemuan saya dengan manajer baru, saya sadar bahwa terlepas penawaran kontrak saya yang dikurangi tetap berlaku, ini jelas bagi saya bahwa waktu bermain saya akan dikurangi secara signifikan jika saya memutuskan bertahan. “Saya yakin semua orang bisa mengerti bahwa di titik sekarang dalam hidup dan karier, saya butuh bermain reguler dan menyusul pertemuan dengan Tuan Emery, saya sampai pada keputusan bahwa ini akan sangat sulit untuk bertahan di Arsenal. “Dengan ini, saya merasa tidak punya pilihan namun harus mengejar kesempatan lain guna terus melanjutkan perkembangan saya di lapangan,” imbuh Wilshere. Selama memperkuat Arsenal, Wilshere mencatatkan 197 penampilan di semua kompetisi, selagi ia pernah pula dipinjamkan ke Bolton Wanderers pada 2009/10 dan Bournemouth pada 2016/17. Artikel dilanjutkan di bawah ini

Cedera, Neymar Absen Lawan Kosta Rika?

Neymar kedapatan pincang dan meninggalkan sesi latihan lebih dini, pertanda absen dalam laga selanjutnya? Neymar, striker Paris Saint-Germain, meninggalkan sesi latihan lebih dini dan berpotensi absen membela Brasil dalam laga kontra Kosta Rika di pekan kedua Grup E Piala Dunia 2018. Pemain termahal dunia ini absen dari sesi latihan Senin (18/6) karena dia masih merasakan rasa sakit yang didapat dari laga melawan Swiss. Neymar dilanggar 10 kali dalam laga yang berakhir imbang 1-1 itu. Ini merupakan pertandingan kompetitif pertamanya sejak cedera pergelangan kaki yang didapatnya pada Februari lalu.

Manajer Inggris Gareth Southgate Alami Cedera Bahu

Sang bos The Three Lions mengalami cedera tersebut setelah merayakan gol telat Kane lawan Tunisia. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menyatakan jika manajer tim nasional mereka, Gareth Southgate mengalami cedera pada bahu kanan. Juru taktik berusia 47 tahun tersebut merasakan adanya dislokasi bahu ketika berlari di luar jadwal latihan tim di Repino, markas The Three Lions selama Piala Dunia 2018 di Rusia. Cedera itu datang tak lepas dari momen selebrasi Southgate yang meninju langit saat menyambut momen gol telat Harry Kane yang menandai kemenangan Inggris 2-1 atas Tunisia dalam laga pembuka Grup G, Selasa (19/6).

Neymar Kembali Berlatih Bersama Brasil

Brasil kemungkinan besar akan tetap mengandalkan Neymar saat menghadapi Kosta Rika. Neymar kembali mengikuti sesi latihan Brasil setelah sempat dikabarkan mengalami cedera engkel, Selasa (19/6) kemarin. Sang superstar Brasil melewatikan latihan pada awal pekan ini, sehari setelah 10 kali menjadi sasaran pelanggaran dalam laga perdana Grup E kontra Swiss yang berakhir imbang 1-1. Meski Neymar ambil bagian dalam latihan pada Selasa kemarin, namun ia hanya bertahan di lapangan selama beberapa menit sebelum pergi dengan berjalan tertatih-tatih.

Performa Arab Saudi Puaskan Juan Antonio Pizzi

Pelatih Arab Saudi itu semringah dengan performa yang dipentaskan anak asuhnya, meski takluk dari Uruguay. Arab Saudi harus menelan pil pahit dengan tersingkir dini dari Piala Dunia 2018 usai takluk 1-0 oleh Uruguay, pada matchday kedua Grup A, Rabu (20/6) dini hari WIB. Padahal Arab mampu tampilkan performa mengesankan hingga membuat Uruguay tampak inferior. Mohammed Al-Sahlawi cs mendominasi permainan lewat 53 persen penguasaan bola dengan lepaskan delapan tembakan ke arah gawang. Mereka juga catatkan empat sepak pojok. Pelatih Arab, Juan Antonio Pizzi, mengaku kecewa terhadap fakta bahwa tim asuhannya tersingkir. Walau begitu dia dibuat bangga dan puas dengan performa yang The Falcon Green tunjukkan pada laga tersebut.

Menangkan Uruguay, Luis Suarez Umumkan Kehamilan Istri

Luis Suarez mengumumkan kelahiran anak ketiganya, usai pastikan kemenangan 1-0 Uruguay atas Arab Saudi. Uruguay berhasil menyegel tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah membekap Arab Saudi 1-0, pada matchday kedua Grup A, Rabu (21/6) malam WIB. Kemenangan La Celeste ditentukan melalui gol semata wayang bintang utama sekaligus kaptennya, Luis Suarez. Menjadi begitu spesial, karena gol itu sekaligus menandai 100 penampilannya untuk Uruguay. Kebahagiaan pun diungkapkan El Pistolero, terlebih lantaran segalanya bertepatan dengan kepastian istrinya hamil anak ketiga.

Oscar Tabarez Kecam Habis Performa Uruguay

Pelatih timnas Uruguay tersebut sama sekali tak puas dengan performa anak asuhnya, kendati menang atas Arab Saudi. Uruguay berhasil pastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2018, usai menang 1-0 atas Arab Saudi, pada matchday kedua Grup A, Rabu (20/6) malam WIB. Skor yang identik dengan hasil di matchday pertama kontra Mesir lalu itu, dipastikan oleh gol semata wayang bintang utama sekaligus kaptennya, Luis Suarez. Meski begitu pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, justru mengecam performa timnya. La Celeste disebutnya menampilkan level permainan yang sangat buruk di sepanjang laga.

Parma Terancam Gagal Promosi Ke Serie A Italia

Pesta kembalinya Ducali ke kasta tertinggi bisa berubah menjadi mimpi buruk. Parma terancam gagal promosi ke Serie A Italia musim 2018/19 setelah munculnya dugaan pengaturan skor. Kemungkinan tersebut muncul setelah dua penggawa mereka, Emanuele Calaio dan Fabio Ceravolo harus menjalani persidangan atas dugaan pengiriman pesan singkat dengan indikasi match fixing. Calaio dan Ceravolo diduga mengirim pesan singkat kepada duo Spezia, Filippo De Col dan Alberto Masi pada 18 Mei lalu, kala memasuki fase akhir persaingan di Serie B musim lalu.