Jack Wilshere Umumkan Hengkang Dari Arsenal

Wilshere memilih pergi karena sadar tidak akan memiliki banyak menit bermain bersama manajer anyar. Jack Wilshere mengumumkan akan meninggalkan Arsenal setelah 17 tahun membela klub, meski sebelum ini sempat menyepakati kontrak baru dengan gaji yang dikurangi. Masa depan gelandang berusia 26 tahun itu terus masuk dalam spekulasi pada musim 2017/18 kemarin, sekalipun mantan manajer Arsene Wenger punya keyakinan bahwa pemainnya itu akan bertahan. Meski begitu, Wilshere pada akhirnya memutuskan hengkang lantaran manajer baru Unai Emery tidak akan memberinya banyak menit bermain seperti yang dia inginkan.“Saya mengonfirmasi bahwa saya akan meninggalkan Arsenal ketika kontrak saya habis pada akhir Juni ini,” tulis Wilshere lewat unggahannya di Instagram. “Menyusul sejumlah negosiasi dengan pihak klub, dan terutama pertemuan terakhir dengan manajer baru Unai Emery, saya merasa bahwa saya hanya punya sedikit pilihan namun keputusan ini diambil murni karena alasan sepakbola. “Seperti yang diberitakan sebelumnya, saya, bersama perwakilan saya telah mengadakan negosiasi dengan pihak klub selama beberapa bulan mengenai perpanjangan kontrak agar saya bisa bertahan di Emirates. “Tekad saya selama diskusi tersebut adalah ingin terus bertahan sebagai pemain Arsenal. Saya sudah berada di Arsenal selama 17 tahun dan selalu merasa menjadi bagian dari produk klub. Sejalan dengan keinginan saya untuk bertahan, faktanya adalah saya ini sempat menyepakati kontrak baru yang nilainya dipotong guna terus berkomitmen dengan klub. “Tetapi menyusul pertemuan saya dengan manajer baru, saya sadar bahwa terlepas penawaran kontrak saya yang dikurangi tetap berlaku, ini jelas bagi saya bahwa waktu bermain saya akan dikurangi secara signifikan jika saya memutuskan bertahan. “Saya yakin semua orang bisa mengerti bahwa di titik sekarang dalam hidup dan karier, saya butuh bermain reguler dan menyusul pertemuan dengan Tuan Emery, saya sampai pada keputusan bahwa ini akan sangat sulit untuk bertahan di Arsenal. “Dengan ini, saya merasa tidak punya pilihan namun harus mengejar kesempatan lain guna terus melanjutkan perkembangan saya di lapangan,” imbuh Wilshere. Selama memperkuat Arsenal, Wilshere mencatatkan 197 penampilan di semua kompetisi, selagi ia pernah pula dipinjamkan ke Bolton Wanderers pada 2009/10 dan Bournemouth pada 2016/17. Artikel dilanjutkan di bawah ini

Cedera, Neymar Absen Lawan Kosta Rika?

Neymar kedapatan pincang dan meninggalkan sesi latihan lebih dini, pertanda absen dalam laga selanjutnya? Neymar, striker Paris Saint-Germain, meninggalkan sesi latihan lebih dini dan berpotensi absen membela Brasil dalam laga kontra Kosta Rika di pekan kedua Grup E Piala Dunia 2018. Pemain termahal dunia ini absen dari sesi latihan Senin (18/6) karena dia masih merasakan rasa sakit yang didapat dari laga melawan Swiss. Neymar dilanggar 10 kali dalam laga yang berakhir imbang 1-1 itu. Ini merupakan pertandingan kompetitif pertamanya sejak cedera pergelangan kaki yang didapatnya pada Februari lalu.

Arkadiusz Milik: Performa Terburuk Polandia

Penyerang timnas Polandia itu frustrasi dengan penampilan timnya di laga perdana Piala Dunia 2018. Polandia harus mengakui keunggulan 2-1 milik Senegal, pada matchday perdana Grup H Piala Dunia 2018, Selasa (19/6) malam WIB. Hasil yang mengejutkan, karena Polandia dipandang sebagai unggulan lantaran memiliki skuat yang lebih baik dan jalani kualifikasi yang nyaris sempurna untuk sampai ke Rusia. Tidak heran bila seluruh penggawa Tim Putih Merah dibuat frustrasi. Penyerang mereka, Arkadiusz Milik, bahkan tak ragu menyebut partai itu jadi salah sati performa terburuk negaranya.

Champ Moment: Kemenangan Bersejarah Jepang

Jepang mengejutkan Kolombia dengan meraih kemenangan 2-1 pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2018, Selasa (19/6) malam. Wakil Asia selalu menempati posisi sebagai tim non-unggulan ketika bertanding di turnamen sekelas Piala Dunia. Beberapa kali kejutan tercipta. Contohnya, Korea Utara pada 1966 atau Korea Selatan pada 2002. Namun, penampilan wakil Asia lebih sering diwarnai kekalahan di ajang ini. Arab Saudi saja harus mengakui keunggulan tuan rumah Rusia 5-0 pada pertandingan pembuka Piala Dunia tahun ini, beberapa hari lalu. Bahkan, pada 2014, wakil Asia sama sekali tidak ada yang mampu mengemas kemenangan. Mengingat catatan itu, Jepang tidak dalam posisi yang diunggulkan ketika menghadapi Kolombia di Stadion Mordovia Arena, Saransk, Selasa (19/6) malam. Ini ulangan pertemuan empat tahun lalu ketika Kolombia menang telak 4-1. Ditambah lagi dengan catatan bahwa tidak ada kemenangan yang diraih wakil Asia atas Amerika Selatan di Piala Dunia. Sejarah baru rupanya tercipta. Sinyal kemenangan Jepang muncul pada menit ketiga. Carlos Sanchez menghentikan tendangan keras Shinji Kagawa dengan lengan. Wasit Damir Skomina asal Slovenia tanpa ampun mengeluarkan kartu merah dari dalam sakunya. Kagawa sendiri yang menjadi eksekutor penalti berhasil menjalankan tugas dengan baik.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b3205a1d0be9″,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Kolombia menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas cerdik Juan Quintero pada menit ke-39. Di babak kedua, Jepang merapikan permainan, tampil lebih disiplin, sehingga mencegah Kolombia menciptakan peluang lebih banyak. Hasilnya, gol kemenangan berhasil mereka sarangkan pada menit ke-73. Lahirnya gol tidak melalui skenario yang pernah terjadi sebelumnya, yaitu tendangan penjuru. Yuya Osako berhasil menyambut umpan Keisuke Honda untuk menyundul bola ke dalam gawang David Ospina. Ini merupakan gol hasil tendangan penjuru pertama yang disarangkan Jepang selama partisipasi Piala Dunia. Keunggulan 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai. Ini kemenangan bersejarah. Bukan hanya karena untuk kali pertama Jepang berhasil meraih poin penuh atas wakil Amerika Selatan, tetapi juga wakil Asia secara keseluruhan. Setelah 18 pertandingan, akhirnya Jepang menjadi wakil Asia pertama yang mampu mengalahkan tim Amerika Selatan di Piala Dunia. Kini, menarik mulai menghitung bagaimana peluang Jepang melangkah ke babak gugur. Dalam lima penampilan terdahulu, Jepang selalu berhasil lolos grup jika tidak mengalami kekalahan pada pertandingan pertama. Bagi pendukung Jepang, mudah-mudahan sejarah yang satu ini tidak mengalami perubahan.

Most Energized Player Rusia vs. Mesir: Denis Cheryshev

Eks penggawa Real Madrid ini tampil eksplosif di sisi kiri, mencetak gol penting, dan membantu Rusia mengamankan tiket ke fase gugur. Rusia memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia setelah menang 3-1 atas Mesir di Krestovsky Stadium, Rabu (20/6) dini hari WIB. Pada pertandingan sengit tersebut, Denis Cheryshev tampil menonjol walau tidak bermain penuh. Pada pertandingan sebelumnya, Cheryshev pun sudah jadi sorotan berkat sepasang golnya. Ia berperan penting dalam kemenangan 5-0 Arab Saudi dan kini kembali pamer ketajaman di level internasional. Eks penggawa Real Madrid itu sudah mengancam gawang laskar Firaun sejak menit awal. Pergerakannya di sektor kiri kerap kali membuat kapten Mesir Ahmed Fathy kerepotan, begitu pula kiper Mohamed El-Shenawy.

Menangkan Senegal, Aliou Cisse Emosional

Pelatih Senegal itu mengaku emosional usai sukses hadirkan kemenangan buat timnya atas Polandia. Senegal berhasil meraih kemenangan sulit atas Polandia lewat skor tipis 2-1, pada matchday perdana Grup H, Selasa (19/6) dini hari WIB. Selain memperbesar peluang lolos, kemenangan tersebut juga berarti besar buat Senegal yang tak pernah lolos ke Piala Dunia sejak hadirkan kejutan pada edisi 2002 silam. Tidak heran bila kemudian pelatihnya, Aliou Cisse, mengaku emosional dalam mempersiapkan dan menerima hasil akhir pertandingan. Meski begitu dia enggan terlampau jemawa.

Most Energized Player Polandia vs Senegal: M’Baye Niang

Meski tampak mengalami cedera, M’baye Niang tetap mampu menyumbang gol krusial yang mengantar Senegal menyegel tiga angka atas Polandia. Senegal membuktikan kepada dunia bahwa negara-negara Afrika tidak boleh dipandang sebelah mata pada perhelatan Piala Dunia di Rusia tahun ini. Skuat asuhan Aliou Cisse sukses membekap Polandia dengan skor tipis 2-1 di Otkrytiye Arena, Moskwa, untuk menjadi tim Benua Hitam pertama yang menyegel poin penuh di turnamen. Gol kemenangan didapat berkat bunuh diri bek Thiago Cionek dan akselerasi M’Baye Niang, sementara balasan skuat asuhan Adam Nawaka dicetak Grzegorz Krychowiak pada menit-menit akhir pertandingan

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b32059f421e8″,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Dan pemain yang paling bekerja keras untuk Senegal dalam kemenangan masif tersebut adalah pemain berusia 23 tahun pencetak gol kedua, Niang. Pemain kelahiran Prancis itu mampu membuat lini tengah Polandia mati kutu dengan kehadirannya berkat Fisiknya yang kuat, dribelnya yang lihai dan visinya yang cukup luas. Alhasil, pemain-pemain lawan sangat ketat menempelnya, bahkan beberapa kali menjadi sasaran duel badan yang cukup keras. Hal tersebut membuat Niang sedikit demi sedikit mengalami kesakitan hingga puncaknya ketika berduel udara dan kakinya tertimpa saat mendarat. Namun, yang luar biasa, hal tersebut tidak menghentikan dia untuk mencetak gol luar biasa. Memanfaatkan kesalahan Krychowiak yang tidak menyadari kehadirannya yang baru masuk usai mendapat perawatan, ia melakukan akselerasi kencang untuk mencuri bola dan melewati kiper Sczcesny dan menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu menjadi yang kedua bagi Senegal dan berarti sangat masif karena tim sedang berada di bawah tekanan hebat. Sayang, ia akhirnya tidak bisa melanjutkan permainan hingga akhir karena cederanya dan ditarik keluar pada menit ke-75.

Gomez De Oliviera Kembali Besut Madura United

Gomes akan memimpin latihan perdana Madura United di Bali pascalibur Lebaran. Perubahan komposisi pelatih kembali terjadi di Madura United. Gomes De Oliviera yang sebelumnya menyatakan mundur dari kursi pelatih bakal menukangi Laskar Sape Kerrab pascalibur Lebaran ini. Gomes menyatakan mundur dari Madura United pada akhir Februari menyusul hasil buruk di pramusim. Posisi Gomes lalu diisi Milomir Seslija yang hanya bertahan dalam waktu singkat, dan diistirahatkan awal Juni, kendati Madura United memperoleh hasil tidak terlalu buruk. Tempat Milo selanjutnya diserahkan kepada karteker pelatih Djoko Susilo. Namun, Djoko yang sedang disibukkan kegiatan kursus kepelatihan Lisensi A AFC sesi terakhir memilih mundur.

Timnas Indonesia U-19 Agendakan Uji Coba Lawan Tim Lokal

Rencananya pertandingan tersebut dilangsungkan pada 27 Juni 2018. Timnas Indonesia U-19 sudah mulai menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta, usai libur Idul Fitri. Pada TC perdana kemarin, (19/6), hanya 11 pemain yang berlatih. Artinya, ada 17 pemain yang belum bergabung dalam TC tersebut. Mereka absen dengan alasan yang berbeda-beda, seperti Feby Eka Putra, Hanis Saghara, dan Saddil Ramdani yang mendapat panggilan timnas U-23 untuk laga uji coba kontra Korea Selatan. Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri, mewajari masih banyak pemain yang belum datang. Ia menyebutkan tak terpengaruh dengan situasi tersebut karena latihan perdana ini hanya melihat kondisi fisik para pemainnya usai libur.

Jose Pekerman Akui Kartu Merah Benamkan Kolombia

Kartu merah dini yang didapat Carlos Sanchez diakui pelatih Kolombia itu sebagai penyebab utama kekalahan dari Jepang. Hasil negatif ditelan Kolombia dalam duel perdana di Grup H Piala Dunia 2018, Selasa (19/6) malam WIB. James Rodriguez cs telan kekalahan 2-1 dari Jepang, yang pada Piala Dunia 2014 lalu mereka bantai 4-1. Kekecewaan jelas tak bisa ditutupi oleh seluruh penggawa Kolombia, tak terkecuali pelatihnya, Jose Pekerman. Juru taktik asal Argentina itu lantas menyebut satu faktor yang signifikan membuat tim asuhannya kalah. Adalah kartu merah yang diterima Carlos Sanchez ketika laga baru berjalan tiga menit, yang jadi penyebabnya. Selain harus bermain dengan sepuluh orang selama 87 menit waktu tersisa, kartu merah itu juga membuat Los Cafeteros kebobolan melalui titik putih.